Inilah cara buat flowchart di word dan excel yang mudah dan efektif? Simak artikel ini sampai habis untuk mengetahui langkah-langkahnya. Flowchart adalah salah satu alat bantu yang sering digunakan untuk menggambarkan proses, alur, atau logika dari suatu sistem, program, atau aktivitas. Flowchart bisa membantu kita untuk memahami, menganalisis, atau memperbaiki suatu proses dengan lebih mudah dan jelas.
Terkadang, banyak orang masih kesulitan dalam membuat flowchart lewat visio, PPT, canva maupun speadsheet. Nah, untuk untuk membuat flowchart online untu pemula,apa saja yang perlu kita perhatikan saat membuat flowchart? Apa saja simbol-simbol yang digunakan dalam flowchart? Tenang saja, ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk membuat flowchart dengan baik dan benar. Berikut adalah beberapa cara buat flowchart yang bisa kamu ikuti.
Baca Juga: Cara Cek Pulsa XL di iPhone yang Mudah dan Cepat
Cara Buat Flowchart dengan Menggunakan Kertas dan Pensil
Salah satu cara buat flowchart yang paling sederhana dan murah adalah dengan menggunakan kertas dan pensil. Cara ini bisa kamu gunakan jika kamu tidak memiliki akses ke komputer atau jika kamu ingin membuat sketsa awal dari flowchart kamu. Cara ini juga bisa kamu gunakan jika kamu ingin berkreasi dengan flowchart kamu.
Berikut adalah langkah-langkah cara buat flowchart dengan menggunakan kertas dan pensil:
- Siapkan kertas dan pensil yang cukup untuk membuat flowchart kamu. Kamu juga bisa menggunakan penghapus, penggaris, atau alat tulis lainnya sesuai dengan kebutuhanmu.
- Tentukan tujuan dari flowchart kamu. Apa yang ingin kamu gambarkan dengan flowchart kamu? Siapa yang akan melihat atau menggunakan flowchart kamu? Apa saja informasi atau detail yang perlu kamu sertakan dalam flowchart kamu?
- Tentukan langkah-langkah dari proses yang ingin kamu gambarkan dengan flowchart kamu. Mulai dari awal hingga akhir, tuliskan langkah-langkah tersebut secara berurutan di kertas. Kamu juga bisa menambahkan catatan atau keterangan jika perlu.
- Tentukan simbol-simbol yang akan kamu gunakan dalam flowchart kamu. Simbol-simbol ini biasanya berbentuk kotak, lingkaran, segitiga, atau bentuk lainnya yang memiliki makna tertentu. Kamu bisa menggunakan simbol-simbol standar yang sudah umum digunakan dalam flowchart atau membuat simbol-simbol sendiri sesuai dengan keinginanmu.
- Gambar simbol-simbol tersebut di kertas sesuai dengan langkah-langkah yang sudah kamu tuliskan sebelumnya. Pastikan bahwa setiap simbol memiliki ukuran, bentuk, dan posisi yang sesuai dan rapi. Kamu juga bisa menggunakan penggaris untuk membuat garis-garis penghubung antara simbol-simbol tersebut.
- Tuliskan teks atau label pada setiap simbol sesuai dengan isi atau maknanya. Pastikan bahwa teks atau label tersebut mudah dibaca dan dipahami oleh orang lain. Kamu juga bisa menggunakan warna, ukuran, atau jenis huruf yang berbeda untuk membedakan antara simbol-simbol tersebut.
- Periksa kembali flowchart kamu apakah sudah sesuai dengan tujuan, langkah-langkah, dan simbol-simbol yang sudah kamu tentukan sebelumnya. Apakah ada kesalahan, kekurangan, atau kelebihan dalam flowchart kamu? Apakah ada hal-hal yang perlu kamu ubah, tambah, atau kurangi dalam flowchart kamu?
Jika sudah selesai, beri judul pada flowchart kamu dan tandatangani jika perlu.
Baca Juga: Cara Buat Barcode Untuk Keperluan Bisnis dengan Mudah dan Cepat
Cara Buat Flowchart dengan Menggunakan Aplikasi Komputer
Cara buat flowchart yang kedua adalah dengan menggunakan aplikasi komputer. Cara ini bisa kamu gunakan jika kamu ingin membuat flowchart yang lebih rapi, profesional, atau kompleks. Cara ini juga bisa kamu gunakan jika kamu ingin menyimpan, mengedit, atau mencetak flowchart kamu dengan mudah.
Berikut adalah langkah-langkah cara buat flowchart dengan menggunakan aplikasi komputer:
- Download dan instal aplikasi komputer yang kamu inginkan untuk membuat flowchart kamu. Beberapa contoh aplikasi yang bisa kamu gunakan adalah Microsoft Word, Microsoft PowerPoint, Microsoft Visio, Lucidchart, atau Draw.io.
- Buka aplikasi tersebut dan buat dokumen baru untuk flowchart kamu. Kamu juga bisa membuka dokumen lama yang sudah memiliki flowchart jika kamu ingin mengeditnya.
- Tentukan tujuan dari flowchart kamu. Apa yang ingin kamu gambarkan dengan flowchart kamu? Siapa yang akan melihat atau menggunakan flowchart kamu? Apa saja informasi atau detail yang perlu kamu sertakan dalam flowchart kamu?
- Tentukan langkah-langkah dari proses yang ingin kamu gambarkan dengan flowchart kamu. Mulai dari awal hingga akhir, tuliskan langkah-langkah tersebut secara berurutan di dokumen. Kamu juga bisa menambahkan catatan atau keterangan jika perlu.
- Tentukan simbol-simbol yang akan kamu gunakan dalam flowchart kamu. Simbol-simbol ini biasanya berbentuk kotak, lingkaran, segitiga, atau bentuk lainnya yang memiliki makna tertentu. Kamu bisa menggunakan simbol-simbol standar yang sudah umum digunakan dalam flowchart atau membuat simbol-simbol sendiri sesuai dengan keinginanmu.
- Pilih simbol-simbol tersebut dari menu atau toolbar aplikasi yang kamu gunakan. Biasanya, aplikasi tersebut sudah menyediakan berbagai pilihan simbol-simbol yang bisa kamu gunakan untuk membuat flowchart. Kamu juga bisa mengubah ukuran, bentuk, warna, atau gaya dari simbol-simbol tersebut sesuai dengan kebutuhanmu.
- Tarik dan lepas simbol-simbol tersebut ke dokumen sesuai dengan langkah-langkah yang sudah kamu tuliskan sebelumnya. Pastikan bahwa setiap simbol memiliki ukuran, bentuk, dan posisi yang sesuai dan rapi. Kamu juga bisa menggunakan fitur pengaturan jarak, tata letak, atau kisi-kisi untuk membantumu dalam mengatur simbol-simbol tersebut.
- Tuliskan teks atau label pada setiap simbol sesuai dengan isi atau maknanya. Pastikan bahwa teks atau label tersebut mudah dibaca dan dipahami oleh orang lain. Kamu juga bisa menggunakan warna, ukuran, atau jenis huruf yang berbeda untuk membedakan antara simbol-simbol tersebut.
- Buat garis-garis penghubung antara simbol-simbol tersebut dengan menggunakan fitur konektor atau garis lurus dari aplikasi yang kamu gunakan. Pastikan bahwa garis-garis penghubung tersebut memiliki arah, bentuk, dan warna yang sesuai dan jelas. Kamu juga bisa menambahkan teks atau label pada garis-garis penghubung tersebut jika perlu.
- Periksa kembali flowchart kamu apakah sudah sesuai dengan tujuan, langkah-langkah, dan simbol-simbol yang sudah kamu tentukan sebelumnya. Apakah ada kesalahan, kekurangan, atau kelebihan dalam flowchart kamu? Apakah ada hal-hal yang perlu kamu ubah, tambah, atau kurangi dalam flowchart kamu?
- Jika sudah selesai, beri judul pada flowchart kamu dan tandatangani jika perlu.
- Simpan dokumen flowchart kamu di komputer kamu dengan format yang sesuai dengan aplikasi yang kamu gunakan. Kamu juga bisa mengubah format dokumen menjadi PDF, JPG, PNG, atau format lainnya sesuai dengan kebutuhanmu.
- Bagikan dokumen flowchart kamu ke orang lain melalui email, media sosial, atau cara lainnya jika perlu. Kamu juga bisa mencetak dokumen flowchart kamu jika perlu.
Baca Juga: Cara Copy Comment IG dengan Mudah dan Cepat Gak Pake Ribet
Cara Buat Flowchart dengan Menggunakan Aplikasi Online
Cara buat flowchart yang ketiga adalah dengan menggunakan aplikasi online. Cara ini bisa kamu gunakan jika kamu ingin membuat flowchart tanpa harus menginstal aplikasi apapun di komputer kamu atau jika kamu ingin membuat flowchart bersama-sama dengan orang lain secara online. Cara ini juga bisa kamu gunakan jika kamu ingin mengakses flowchart kamu dari mana saja dan kapan saja.
Berikut adalah langkah-langkah cara buat flowchart dengan menggunakan aplikasi online:
- Kunjungi situs web aplikasi online yang ingin kamu gunakan untuk membuat flowchart kamu. Beberapa contoh aplikasi online yang bisa kamu gunakan adalah Google Drawings, Canva, or Coggle.
- Buat akun baru di aplikasi online tersebut jika belum memiliki ak
- Buat akun baru di aplikasi online tersebut jika belum memiliki akun. Kamu juga bisa masuk dengan akun Google, Facebook, atau akun lainnya jika aplikasi online tersebut mendukungnya.
- Buat dokumen baru untuk flowchart kamu. Kamu juga bisa membuka dokumen lama yang sudah memiliki flowchart jika kamu ingin mengeditnya.
- Tentukan tujuan dari flowchart kamu. Apa yang ingin kamu gambarkan dengan flowchart kamu? Siapa yang akan melihat atau menggunakan flowchart kamu? Apa saja informasi atau detail yang perlu kamu sertakan dalam flowchart kamu?
- Tentukan langkah-langkah dari proses yang ingin kamu gambarkan dengan flowchart kamu. Mulai dari awal hingga akhir, tuliskan langkah-langkah tersebut secara berurutan di dokumen. Kamu juga bisa menambahkan catatan atau keterangan jika perlu.
- Tentukan simbol-simbol yang akan kamu gunakan dalam flowchart kamu. Simbol-simbol ini biasanya berbentuk kotak, lingkaran, segitiga, atau bentuk lainnya yang memiliki makna tertentu. Kamu bisa menggunakan simbol-simbol standar yang sudah umum digunakan dalam flowchart atau membuat simbol-simbol sendiri sesuai dengan keinginanmu.
- Pilih simbol-simbol tersebut dari menu atau toolbar aplikasi online yang kamu gunakan. Biasanya, aplikasi online tersebut sudah menyediakan berbagai pilihan simbol-simbol yang bisa kamu gunakan untuk membuat flowchart. Kamu juga bisa mengubah ukuran, bentuk, warna, atau gaya dari simbol-simbol tersebut sesuai dengan kebutuhanmu.
- Tarik dan lepas simbol-simbol tersebut ke dokumen sesuai dengan langkah-langkah yang sudah kamu tuliskan sebelumnya. Pastikan bahwa setiap simbol memiliki ukuran, bentuk, dan posisi yang sesuai dan rapi. Kamu juga bisa menggunakan fitur pengaturan jarak, tata letak, atau kisi-kisi untuk membantumu dalam mengatur simbol-simbol tersebut.
- Tuliskan teks atau label pada setiap simbol sesuai dengan isi atau maknanya. Pastikan bahwa teks atau label tersebut mudah dibaca dan dipahami oleh orang lain. Kamu juga bisa menggunakan warna, ukuran, atau jenis huruf yang berbeda untuk membedakan antara simbol-simbol tersebut.
- Buat garis-garis penghubung antara simbol-simbol tersebut dengan menggunakan fitur konektor atau garis lurus dari aplikasi online yang kamu gunakan. Pastikan bahwa garis-garis penghubung tersebut memiliki arah, bentuk, dan warna yang sesuai dan jelas. Kamu juga bisa menambahkan teks atau label pada garis-garis penghubung tersebut jika perlu.
- Periksa kembali flowchart kamu apakah sudah sesuai dengan tujuan, langkah-langkah, dan simbol-simbol yang sudah kamu tentukan sebelumnya. Apakah ada kesalahan, kekurangan, atau kelebihan dalam flowchart kamu? Apakah ada hal-hal yang perlu kamu ubah, tambah, atau kurangi dalam flowchart kamu?
- Jika sudah selesai, beri judul pada flowchart kamu dan tandatangani jika perlu.
- Simpan dokumen flowchart kamu di aplikasi online tersebut dengan format yang sesuai dengan aplikasi online yang kamu gunakan. Kamu juga bisa mengubah format dokumen menjadi PDF, JPG, PNG, atau format lainnya sesuai dengan kebutuhanmu.
- Bagikan dokumen flowchart kamu ke orang lain melalui email, media sosial, atau cara lainnya jika perlu. Kamu juga bisa mengunduh dokumen flowchart kamu ke komputer kamu jika perlu.
- Jika kamu ingin membuat flowchart bersama-sama dengan orang lain secara online, kamu bisa menggunakan fitur kolaborasi atau berbagi dari aplikasi online yang kamu gunakan. Dengan fitur ini, kamu bisa mengundang orang lain untuk melihat, mengedit, atau memberi komentar pada flowchart kamu secara real-time.
Baca Juga:
- Ide Bisnis Online yang Menguntungkan, Bisa dari Rumah Tanpa Ribet
- Cara Mencegah Karang Gigi pada Anak yang Tepat
- Harga Salep Inerson Desoximetasone Terbaru
- Harga Lapis Kukus Tugu Malang Terbaru
- Harga Jogja Scrummy Terbaru
- Review ASUS Expertbook B3000 Terbaru
- Rumor Rilis iPhone 15 Terbaru
- Kamera Oppo A53, Smartphone 1 Jutaan
Kesimpulan
Itulah beberapa cara buat flowchart yang bisa kamu coba dengan mudah dan efektif. Kamu bisa memilih cara yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensimu. Dengan mengetahui cara buat flowchart, kamu bisa menggambarkan proses, alur, atau logika dari suatu sistem, program, atau aktivitas dengan lebih mudah dan jelas.
KARYABERITA.COM Kumpulan Informasi dan Inspirasi Bermanfaat

